JAYAPURA - Lomba panjat pinang dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, berlangsung ricuh.
Kericuhan karena salah satu kelompok peserta panjat pinang yang terus-terusan gagal memanjat, merobohkan pohon pinang tersebut. Hadiah di pohon pinang lantas berhamburan sehingga menjadi rebutan warga.
Atas tindakan perobohan, kelompok peserta panjat pinang lainnya berang. perkelahian antar-kelompok peserta lomba panjat pinang pun pecah. Selain berkelahi, mereka juga lempar-lemparan batu.
Salah seorang warga mengamuk di sana. Orang itu membabi-buta mengayunkan parang ke sembarangan arah hingga menyebabkan sejumlah orang terluka.
Kapolres Kota Jayapura, AKBP Tober Sirait, saat dihubungi membenarkan adanya keributan. Aparat Dalmas dari Polda Pulau dan Polres Kota Jayapura diturunkan ke lokasi untuk melerai bentrok warga.
"Mereka rebutan bendera yang ada uangnya, tapi ada yang tidak dapat. Akhirnya ribut dan terjadi perkelahian. Saya juga kurang jelas tadi, intinya mereka rebutan hadiah," katanya, Rabu (17/8/2016).
Bentrok tersebut juga mengakibatkan dagangan milik pedagang kaki lima yang berjualan di depan kantor Gubernur Provinsi Papua turut menjadi sasaran amuk masa yang bertikai.
Sedangkan dua pohon pinang yang masih tersisa akhirnya dirobohkan aparat, untuk menghindari keributan terjadi kembali. (ris)


EmoticonEmoticon